Showing posts with label Kanker. Show all posts
Showing posts with label Kanker. Show all posts

February 18, 2013

Waspada Gejala Kanker Otak

Kanker otak merupakan salah satu penyakit yang menyerang otak. Dikarenakan otak merupakan salah satu organ tubuh yang paling penting, organ lainnya dapat terganggu, sehingga kematian dapat terjadi. kanker otak bisa menyerang siapa saja, bahkan anak-anak dan remaja, namun pada umumnya tumor menyerang orang usia produktif atau dewasa.

Gejala Kanker Otak

Walaupun mematikan, kanker otak tidak selalu mengakibatkan kematian. Saat ini ilmu kedokteran telah berkembang pesat, teknik diagnostik dan pengobatan telah memberikan harapan hidup bagi para pasien tumor otak.

 

Gejala dan Indikasi Kanker Otak


Gejala kanker otak umumnya tidak mudah terdeteksi karena target serangan kanker berada di otak, organ yang tidak terlihat dari luar. Meski begitu, ada beberapa indikasi yang bisa diperhatikan untuk menentukan apakah seseorang tengah mengalami gejala kanker otak atau tidak. Beberapa gejala kanker otak seperti dilansir deherba.com adalah sebagai berikut:

Mudah mengalami sakit kepala
Sakit kepala yang berkepanjangan dan datang berulang-ulang bisa menjadi gejala kanker otak.
Mudah mual
Sering mual juga bisa menjadi gejala kanker otak.
Tubuh lemas
Penderita kanker otak biasanya mengalami tubuh lemas. Untuk itu, jika tubuh mudah lemas meski tidak mengerjakan pekerjaan berat, hal ini perlu diwaspadai.
Sulit berjalan
Pengidap kanker otak juga akan mengalami kondisi sulit berjalan. Tiap akan berjalan rasanya sempoyongan. Gejala kanker otak ini disebabkan karena pengontrol aktivitas tubuh dalam otak terganggu oleh kehadiran sel-sel kanker.
Sulit mendengar dan melihat
Terjadi perubahan juga dalam indra pendengaran dan penglihatan. Penderita akan mengalami penurunan daya dengar dan daya lihat. Gejala kanker otak ini akan bertambah parah seiring dengan bertambah parahnya sel-sel kanker mengerogoti otak.
Mati rasa di kaki dan tangan
Gejala kanker otak juga ditandai dengan terjadinya mati rasa pada kaki dan tangan. Kedua organ tersebut mengalami gangguan karena saraf pusatnya juga tengah diganggu oleh sel kanker.
Sulit berkonsentrasi
Serangan pada otak membuat penderita juga mengalami kesulitan berkonsentrasi. Ini akan membuat penderita sulit untuk menyelesaikan pekerjaannya dengan baik karena hilangnya konsentrasi.
Menurunnya daya ingat dan respon
Penderita kanker otak otomatis juga akan mengalami penurunan daya ingat serta respon tubuh. Hal ini dipengaruhi bermasalahnya organ otak yang mulai "dikuasai" sel kanker.
Menurunnya daya penciuman
Selain indra pendengaran dan penglihatan yang menurun, gejala kanker otak juga terlihat pada menurunnya daya penciuman. Penderita sulit mempertahankan daya penciuman seperti sebelumnya.
Lumpuh pada sebagian wajah atau badan
Pada kondisi tertentu, penderita juga bisa mengalami kelumpuhan pada sebagian wajah atau sebagian tubuhnya. Ini menandakan bahwa salah satu otak tengah mengalami serangan hebat dari sel kanker.
Kantuk yang berkepanjangan
Ini juga bisa menjadi gejala kanker otak. Orang yang mengalami kantuk yang berkepanjangan, meski sudah cukup tidur, bisa menjadi indikasi ada sesuatu yang tidak normal pada otak.
Berhentinya haid secara tidak normal
Bagi wanita, berhentinya haid secara tidak normal juga perlu diwaspadai. Sebab bisa jadi hal itu menunjukkan terjadinya gejala kanker otak atau bisa jadi jenis kanker lainnya.

Penyebab Kanker Otak


Kanker otak dapat disebabkan oleh berbagai macam hal. Penyebabnya bisa satu atau lebih, dan secara umum dapat dibagi menjadi dua kategori:

Faktor dari dalam

Merupakan faktor yang datang dari dalam diri sendiri. Yang utama adalah faktor keturunan / genetik. Jika ada sanak saudara yang punya riwayat menderita kanker otak, berarti peluang Anda terkena kanker otak lebih besar daripada mereka yang keluarganya tidak ada penderita kanker otak. Faktor kedua yang dapat memicu terjadinya kanker otak adalah riwayat benturan (jika kepala Anda pernah terbentur). Benturan ini dapat menyebabkan trauma pada jaringan otak, sehingga bisa jadi penyebab tumbuhnya jaringan abnormal dalam otak (yang kemudian dapat berkembang menjadi kanker otak).

Faktor dari luar

Merupakan faktor yang datang dari luar tubuh, pada umumnya berupa makanan dan radiasi. Obat-obatan tertentu yang diminum secara terus-menerus berpotensi menyebabkan kanker. Faktor-faktor lainnya:

  • Pola hidup yang kurang sehat: misalnya merokok, makanan berlemak, kurang serat, dsb.
  • Bahan karsiogenik: minyak goreng yang dipakai berulang-ulang, bahan kimia yang termakan
  • Radiasi: paparan radiasi dalam gelombang tertentu dapat memicu berkembangnya sel kanker

February 17, 2013

Waspada kanker serviks

Waspada kanker serviks
kanker serviks atau Kanker leher rahim merupakan penyebab utama kematian akibat kanker. Setiap dua menit seorang wanita di dunia, meninggal akibat kanker serviks. kanker serviks disebabkan oleh human papilloma virus (HPV) onkogenik yang menyerang leher rahim.

Di negara berkembang, penggunaan secara luas program pengamatan leher rahim mengurangi insiden kanker leher rahim yang invasif sebesar 50% atau lebih. Kebanyakan penelitian menemukan bahwa infeksi human papillomavirus (HPV) bertanggung jawab untuk semua kasus kanker leher rahim.

 Virus dapat menyebar melalui sentuhan, misalnya ada virus HPV di tangan Anda lalu Anda menyentuh area genital. Sentuhan ini dapat menyebabkan daerah serviks Anda terinfeksi. Penyebaran pun bisa dari kloset WC umum yang sudah terkontaminasi virus. Pencegahannya, sebelum duduk bersihkan terlebih dahulu dudukan wc umum dengan alkohol.

Gejala kanker serviks


  1. Kanker leher rahim pada stadium awal tidak menunjukkan gejala yang khas, bahkan bisa tanpa gejala.
  2. Pada stadium lanjut sering memberikan gejala : perdarahan post coitus, keputihan abnormal, perdarahan sesudah mati haid (menopause) serta keluar cairan abnormal (kekuning-kuningan, berbau dan bercampur darah).

 

Penyebab kanker serviks


  • Faktor genetika tidak terlalu berperan dalam terjadinya kanker serviks. Namun jika anggota keluarga Anda ada yang terkena bukan berarti Anda tidak akan terkena. Tetap lakukan usaha pencegahan.
  • Hubungan seksual di usia terlalu muda, berganti-ganti patner seks, atau berhubungan seks dengan pria yang sering berganti pasangan. Ingatlah, virus HPV dapat menular melalui hubungan seksual. Ketika seorang pria berhubungan seks dengan seorang wanita yang menderita kanker serviks, lalu pria tersebut berhubungan dengan Anda, maka virus HPV dapat menular dan menginfeksi Anda.
  • Wanita berusia di atas 40 tahun lebih rentan terkena kanker serviks. Semakin tua usia akan semakin tinggi resiko terkena kanker serviks.
  • Pemakaian pembalut yang mengandung bahan dioksin. Dioksin merupakan bahan pemutih yang digunakan untuk memutihkan pembalut hasil daur ulang dari barang bekas, misalnya krayon, kardus, dan lain-lain.
  • Membasuh kemaluan dengan air yang tidak bersih, misalnya di toilet-toilet umum yang tidak terawat. Air yang tidak bersih banyak dihuni oleh kuman-kuman.

 

Pencegahan kanker serviks


Pencegahan terhadap kanker serviks dapat dilakukan dengan program skrinning dan pemberian vaksinasi. Di negara maju, kasus kanker jenis ini sudah mulai menurun berkat adanya program deteksi dini melalui pap smear. Vaksin HPV akan diberikan pada perempuan usia 10 hingga 55 tahun melalui suntikan sebanyak tiga kali, yaitu pada bulan ke nol, satu, dan enam. Dari penelitian yang dilakukan, terbukti bahwa respon imun bekerja dua kali lebih tinggi pada remaja putri berusia 10 hingga 14 tahun dibanding yang berusia 15 hingga 25 tahun.Dan satu lagi untuk pencegahannya,sebaiknya gunakan Pembalut wanita yg memenuhi standart kesehatan dan higienis. sumber : wikipedia

January 26, 2013

Cara Mencegah Kanker Payudara

Cara Mencegah Kanker Payudara
Salah satu kanker yang paling ditakuti adalah kanker payudara. Kanker jenis ini bisa menyerang baik pria dan wanita akan tetapi wanita memiliki peluang jauh lebih besar terkena kanker payudara daripada pria.

Peluang terkena kanker payudara ini akan meningkat jika saudara anda ada yang mengidap kanker sebelum umur 50 tahun. Bila salah satu dari saudara anda atau ibu anda terkena kanker, peluang anda terkena kanker menjadi 2x lipat bahkan lebih.

Tanda awal dari kanker payudara adalah ditemukannya benjolan yang terasa berbeda pada payudara. Jika ditekan, benjolan ini tidak terasa nyeri. Awalnya benjolan ini berukuran kecil, tapi lama kelamaan membesar dan akhirnya melekat pada kulit atau menimbulkan perubahan pada kulit payudara atau puting susu.

 3 Cara pencegahan Kanker Payudara


Strategi pencegahan kanker payudara dikelompokkan dalam tiga kelompok besar antara lain :

Pencegahan primer
Pencegahan primer pada kanker payudara merupakan salah satu bentuk promosi kesehatan karena dilakukan pada orang yang "sehat" melalui upaya menghindarkan diri dari keterpaparan pada berbagai faktor risiko dan melaksanakan pola hidup sehat. Pencagahan primer ini juga bisa berupa pemeriksaan SADARI (pemeriksaan payudara sendiri) yang dilakukan secara rutin sehingga bisa memperkecil faktor risiko terkena kanker payudara.

Pencegahan sekunder
Pencegahan sekunder dilakukan terhadap individu yang memiliki risiko untuk terkena kanker payudara. Setiap wanita yang normal dan memiliki siklus haid normal merupakan populasi at risk dari kanker payudara. Pencegahan sekunder dilakukan dengan melakukan deteksi dini. Beberapa metode deteksi dini terus mengalami perkembangan. Skrining melalui mammografi diklaim memiliki akurasi 90% dari semua penderita kanker payudara, tetapi keterpaparan terus-menerus pada mammografi pada wanita yang sehat merupakan salah satu faktor risiko kanker payudara. Karena itu, skrining dengan mammografi tetap dapat dilaksanakan dengan beberapa pertimbangan antara lain:
  1. Wanita yang sudah mencapai usia 40 tahun dianjurkan melakukan cancer risk assessement survey.
  2. Pada wanita dengan faktor risiko mendapat rujukan untuk dilakukan mammografi setiap tahun.
  3. Wanita normal mendapat rujukan mammografi setiap 2 tahun sampai mencapai usia 50 tahun.

Foster dan Constanta menemukan bahwa kematian oleh kanker payudara lebih sedikit pada wanita yang melakukan pemeriksaan SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri) dibandingkan yang tidak. Walaupun sensitivitas SADARI untuk mendeteksi kanker payudara hanya 26%, bila dikombinasikan dengan mammografi maka sensitivitas mendeteksi secara dini menjadi 75%

Pencegahan tertier
Pencegahan tertier biasanya diarahkan pada individu yang telah positif menderita kanker payudara. Penanganan yang tepat penderita kanker payudara sesuai dengan stadiumnya akan dapat mengurangi kecatatan dan memperpanjang harapan hidup penderita. Pencegahan tertier ini penting untuk meningkatkan kualitas hidup penderita serta mencegah komplikasi penyakit dan meneruskan pengobatan. Tindakan pengobatan dapat berupa operasi walaupun tidak berpengaruh banyak terhadap ketahanan hidup penderita. Bila kanker telah jauh bermetastasis, dilakukan tindakan kemoterapi dengan sitostatika. Pada stadium tertentu, pengobatan yang diberikan hanya berupa simptomatik dan dianjurkan untuk mencari pengobatan alternatif.  

Penyebab Kanker Payudara dan Gejalanya

Penyebab Kanker Payudara dan Gejalanya
Kanker payudara adalah kanker pada jaringan payudara. Ini adalah jenis kanker paling umum yang diderita kaum wanita. Kanker payudara juga didefinisikan sebagai suatu penyakit neoplasma yang ganas yang berasal dari parenchyma. Pengobatan yang paling lazim adalah dengan pembedahan dan jika perlu dilanjutkan dengan kemoterapi maupun radiasi.

Selain sejarah keluarga, faktor luar juga bisa memicu penyakit kanker payudara. Selain faktor genetik, sebuah penelitian yang dilakukan para ahli dari University of Liverpool menyebutkan bahwa pestisida juga bisa meningkatkan risiko kanker payudara. Jadi berhati-hatilah dalam mengonsumsi sayur dan buah yang menggunakan bahan ini sebagai pengusir hama.

Kanker payudara umumnya sangat mematikan ketika sudah mulai menyebar ke jaringan lain di sekitarnya. Proses menyebarnya kanker payudara ini kelak bisa dicegah, sebab para ilmuwan telah menemukan apa yang membuatnya mudah menyebar.

Gejala klinis Kanker Payudara 

 
Benjolan pada payudara
Umumnya berupa benjolan yang tidak nyeri pada payudara. Benjolan itu mula-mula kecil, semakin lama akan semakin besar, lalu melekat pada kulit atau menimbulkan perubahan pada kulit payudara atau pada puting susu.

Erosi atau eksema puting susu
Kulit atau puting susu tadi menjadi tertarik ke dalam (retraksi), berwarna merah muda atau kecoklat-coklatan sampai menjadi oedema hingga kulit kelihatan seperti kulit jeruk (peau d'orange), mengkerut, atau timbul borok (ulkus) pada payudara. Borok itu semakin lama akan semakin besar dan mendalam sehingga dapat menghancurkan seluruh payudara, sering berbau busuk, dan mudah berdarah.

Keluarnya cairan
Nipple discharge adalah keluarnya cairan dari puting susu secara spontan dan tidak normal. Cairan yang keluar disebut normal apabila terjadi pada wanita yang hamil, menyusui dan pemakai pil kontrasepsi. Seorang wanita harus waspada apabila dari puting susu keluar cairan berdarah cairan encer dengan warna merah atau coklat, keluar sendiri tanpa harus memijit puting susu.

Penyebab Kanker Payudara   

 
Faktor reproduksi: Karakteristik reproduktif yang berhubungan dengan risiko terjadinya kanker payudara adalah nuliparitas, menarche pada umur muda, menopause pada umur lebih tua, dan kehamilan pertama pada umur tua.

Penggunaan hormon: Hormon estrogen berhubungan dengan terjadinya kanker payudara. Laporan dari Harvard School of Public Health menyatakan bahwa terdapat peningkatan kanker payudara yang signifikan pada para pengguna terapi estrogen replacement. Suatu metaanalisis menyatakan bahwa walaupun tidak terdapat risiko kanker payudara pada pengguna kontrasepsi oral, wanita yang menggunakan obat ini untuk waktu yang lama mempunyai risiko tinggi untuk mengalami kanker payudara sebelum menopause.

Penyakit fibrokistik: Pada wanita dengan adenosis, fibroadenoma, dan fibrosis, tidak ada peningkatan risiko terjadinya kanker payudara. Pada hiperplasis dan papiloma, risiko sedikit meningkat 1,5 sampai 2 kali. Sedangkan pada hiperplasia atipik, risiko meningkat hingga 5 kali.

Obesitas: Terdapat hubungan yang positif antara berat badan dan bentuk tubuh dengan kanker payudara pada wanita pasca menopause. Variasi terhadap kekerapan kanker ini di negara-negara Barat dan bukan Barat serta perubahan kekerapan sesudah migrasi menunjukkan bahwa terdapat pengaruh diet terhadap terjadinya keganasan ini.

Faktor genetik: Riwayat keluarga merupakan komponen yang penting dalam riwayat penderita yang akan dilaksanakan skrining untuk kanker payudara. Terdapat peningkatan risiko keganasan pada wanita yang keluarganya menderita kanker payudara. Pada studi genetik ditemukan bahwa kanker payudara berhubungan dengan gen tertentu.

Konsumsi lemak: Konsumsi lemak diperkirakan sebagai suatu faktor risiko terjadinya kanker payudara. Willet dkk. melakukan studi prospektif selama 8 tahun tentang konsumsi lemak dan serat dalam hubungannya dengan risiko kanker payudara pada wanita umur 34 sampai 59 tahun.

Radiasi: Eksposur dengan radiasi ionisasi selama atau sesudah pubertas meningkatkan terjadinya risiko kanker payudara. Dari beberapa penelitian yang dilakukan disimpulkan bahwa risiko kanker radiasi berhubungan secara linier dengan dosis dan umur saat terjadinya eksposur. Wikipedia

January 6, 2013

Kanker Lidah, Kenali Gejala dan Penyebabnya

Kanker lidah adalah jenis kanker oral yang paling umum kemungkinan hampir sama dengan sariawan, namun pada kanker lidah daerah sekitar luka mengeras dan Pergerakan lidah juga terasa kaku dan sakit saat menelan. sedangkan pada sariawan terasa lunak.

Pria perokok berisiko tinggi akan terkena kanker lidah namun tidak menutup kemungkinan wanita juga bisa mengalaminya. Selain berhenti merokok dianjurkan pula untuk berhenti mengkonsumsi minuman beralkohol.

Informasi lain menyebutkan, tingginya risiko terkena kanker lidah pada kaum pria terkait dengan kebiasaan merokok. Artinya, hal tersebut berlaku sama pada kaum perempuan perokok. Pada kaum pria, kanker lidah dapat menyerang saat usia 20 sampai 75 tahun.

GEJALA AWAL KANKER LIDAH

Kanker lidah terjadi di bagian mukosa dan mengalami ketidaknyamanaan pada lidah, akan terasa nyeri dan adanya lesi di lidah dengan ukuran kira-kira 1-2cm.

Sedangkan pada gejala eksogen ciri gejala ini seperti bisul berbentuk seperti kembang kol, disertai nyeri, dan nyeri di daerah telinga dan temporal.

Pada kanker lidah, rasa sakit akan menjalar dari leher menuju telinga. Pergerakan lidah juga terasa kaku dan sakit saat menelan. Gejala lainnya, yakni munculnya bercak berwarna merah atau putih pada lidah dalam waktu lama, sariawan dan peradangan di lidah secara terus menerus. Nyeri saat mengunyah dan menelan makanan. Radang tenggorokan dalam waktu yang lama. Pendarahan pada lidah tanpa sebab yang jelas.

PENYEBAB KANKER LIDAH

Faktor fisik - Terjadi karena gesekan lidah dalm waktu jangka panjang dan dapat menyebabkan sariawan yang berkepanjangan yang dapat menyebabkan kanker lidah.

Faktor kimia
  • Tembakau : kebiasaan merokok dan minum-minuman beralkohol dapat memicu terjadinya kanker lidah. Rokok mengandung nikotin yang mengandung zat karsinogenik.
  • Alkohol : Alkohol memang tidak mengandung zat karsinogenik tetapi mengandung etanol yang dapat 'membantu' penyerapan zat karsinogenik.

Faktor biologi - ada beberapa laporan penelitian bahwa papillomavirus dapat menyebabkan kanker lidah.

The American Institute for Cancer Research merekomendasikan untuk makan banyak kacang-kacangan, buah, sayuran berdaun hijau gelap, biji rami, bawang putih, anggur, teh hijau, kedelai dan tomat untuk mencegah kanker lidah. Diet sehat dan pemenuhan nutrisi telah menjadi metode pencegahan kanker yang tepat.